Minggu, 06 Januari 2008

Kalam

Dari seorang guru aku diberitahu bahwa sebelum segala sesuatu eksistensi yang dihadirkan pertama kali adalah kalam. Kemudian kalam diperintahkan untuk menulis, hanya menulis. Menulis segala yang akan terjadi setelah ia menulis, dengan sempurna tentunya.
Lalu dari guruku juga aku mengetahui bahwa setelah segala sesuatu maka yang terakhir dihadirkan adalah manusia.

Aku pun bertanya, "Mengapa seperti itu?"
Guruku hanya menjawab, "ada rahasia besar disana, tugas kita manusia untuk merenungkannya."

Dalam hati aku mengakuinya, tak ada yang sia-sia ditulis oleh kalam, tidak ada gerakan sebesar dzarrah pun kecuali ia didampingi oleh hikmah.

Tidak ada komentar: